Cara Membuat Batako Sendiri
Keterampilan

Cara Membuat Batako Sendiri

Ternyata cara membuat batako sendiri sangat mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus sehingga bisa dilakukan siapa saja. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga sangat mudah ditemukan di toko-toko bahan bangunan terdekat. Modal yang diperlukan juga lebih murah daripada batu bata, bata ringan dan beton karena hanya terbuat dari pasir, semen dan air. Tentu saja bahan bangunan ini harga jualnya juga paling murah sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Cara Membuat Batako Sendiri dengan Sistem Manual

Membuat batako sendiri merupakan solusi bagi masyarakat yang ingin mendirikan rumah atau bangunan lainnya dengan biaya sedikit. Alat-alat yang dibutuhkan antara lain cangkul, sekop, jaring, skrap, cetok, ember, sepatu boot, lempengan kayu dan cetakan batako. Untuk mendapatkan cetakan batako, bisa memesan kepada tukang las atau membelinya di toko bahan bangunan terdekat. Banyak juga orang-orang yang membuat cetakan sendiri dengan menggunakan kayu yang dibor dengan besi dan baut.

Agar proses pembuatan batako lebih cepat, maka dibutuhkan 3 sampai 5 cetakan batako karena proses pelepasan batako memang agak lama. Selain itu, juga memerlukan lahan yang luas sebagai tempat batako yang telah dicetak serta tempat perendaman. Pasir yang digunakan adalah jenis pasir sungai yang mengandung banyak biji batu dan bukan pasir lumpur. Sedangkan penggunaan bahan semen bisa disesuaikan dengan selera agar menghasilkan kontruksi bangunan yang padat dan kuat.

Proses Pembuatan Batako

Langkah pertama adalah proses penyaringan pasir dengan jaring besi agar menghasilkan tekstur yang lembut untuk memisahkannya dari batu serta kerikil. Selanjutnya pasir dan semen dicampurkan menjadi satu dengan perbandingan 7:1, untuk pasir 7 dan untuk semen 1. Karena membuat batako sendiri tentunya supaya lebih kuat, campuran semennya bisa diperbesar dengan perbandingan 7:2 atau sesuai dengan selera.

Pada awalnya untuk melakukan percobaan dahulu dengan kapasitas kecil untuk satu ukuran batako saja sebagai contoh agar bisa melihat lebih jelas kelebihan dan kekurangannya. Kemudian campuran tersebut diaduk terus agar pasir dan semen menyatu sampai rata. Proses pengadukan memang sangat melelahkan dan memerlukan bantuan orang lain yang sudah biasa ikut kuli bangunan proses pengadukan ini sehingga proses pembuatan batako akan lebih cepat selesai.

Selanjutnya adukan tersebut diberikan air sedikit demi sedikit karena membutuhkan tekstur yang setengah kering sehingga tidak memerlukan banyak air. Setelah itu, diamkan selama beberapa menit sampai teksturnya mengeras dan ambil dengan tangan kemudian dikepal-kepal seperti memeras kelapa. Jika kondisinya sudah keras dan tidak berantakan lagi jika dilepaskan dari genggaman tangan, maka adukan tersebut sudah siap untuk dicetak.

Alat cetakan disiapkan dan diletakkan diatas lempeng agar kondisinya rata atau meletakkannya pada tanah yang rata sehingga tekstur cetakan akan lebih kuat. Bentuk cetakan batako lebih nyaman menggunakan besi yang bisa dibuka dan ditutup dengan baut agar cetakan bisa mudah dilepaskan. Adonan yang telah jadi dimasukkan ke dalam alat cetakan dan dipress atau ditekan agar adonan bisa semakin padat dan menjadi keras. Posisi cetakan diletakkan dengan berdiri secara terbalik dan dikunci secara rapat agar adonan batako tidak memiliki rongga sehingga menghasilkan bahan bangunan yang kuat.

Agar mendapatkan kualitas batako yang sangat kuat, maka diperlukan perendaman didalam kolam air dalam waktu sekitar 1 sampai 3 hari. Jika dalam membuat batako tidak memiliki kolam yang luas untuk merendamnya, maka bisa menggunakan drum besar atau sarana lainnya yang bisa digunakan sebagai media perendaman

 

Post Comment