Cara Memanfaatkan Tetes Tebu Untuk Pakan Ternak
Keterampilan

Cara Memanfaatkan Tetes Tebu Untuk Pakan Ternak

Pabrik gula memiliki limbah cairan hitam yang sudah tidak bisa dikristalkan lagi dan biasa disebut sebagai tetes tebu. Para peternak bisa memanfaatkan limbah tetes tebu untuk pakan ternak sebagai makanan yang bergizi untuk membantu penggemukan. Tetes tebu mengandung banyak nutrisi yang bisa meningkatkan jaringan tubuh dan menambah nafsu makan sehingga proses penggemukan ternak mudah tercapai dengan biaya yang murah.

Tetes Tebu Untuk Pakan Ternak Membantu Proses Penggemukan

Jika kebutuhan nutrisi pada ternak tercukupi, maka proses penggemukan tidak akan terhambat dan kondisi tubuh membutuhkan makanan berlebih sehingga nafsu makan meningkat. Hewan ternak akan lebih lahap ketika makan dan membutuhkan lebih banyak makanan karena metabolisme tubuh berjalan dengan cepat. Tetes tebu memang mengandung vitamin B kompleks yang mudah larut dalam air. Selain itu, tetes tebu juga mengandung karbohidrat yang tinggi dan zat gula serta beberapa vitamin lainnya.

Tetes tebu juga memiliki kandungan mineral yang tinggi seperti iodiom, mangan, cobalt, seng dan lainnya. Kandungan tersebut adalah kandungan yang bisa menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Kandungan nutrisi lainnya berupa protein dan asupan energi yang cukup besar sehingga bermanfaat untuk kekebalan tubuh dan bisa terhindar dari berbagai penyakit. Hal inilah yang membuat para peternak semakin getol untuk memanfaatkan tetes tebu sebagai tambahan pakan ternak, terutama untuk penggemukan sapi.

Para peternak memberikan cairan tetes tebu yang dicampurkan dengan bahan pangan ternak seperti jerami dan rumput yang menjadi jamu atau suplemen bagi hewan ternak. Cairan tetes tebu memang kurang baik jika dikonsumsi langsung bagi hewan sehingga para peternak mencampurkannya ke dalam bahan makanan atau menyemprotkannya pada rumput. Semakin banyak para peternak yang tidak mau ketinggalan dengan memanfaatkan tetes tebu untuk pakan ternak.

Cara Fermentasi Tetes Tebu dengan Jerami Padi

Jerami disimpan dalam waktu beberapa lama agar kondisinya menjadi layu, selanjutnya dipotong kecil-kecil agar mudah dicampur dan dimasukkan ke dalam karung. Setelah itu, jerami ditimbang untuk mengetahui beratnya sehingga proses takaran untuk pencampuran dengan tetes tebu lebih mudah. Kemudian letakkan jerami yang ada dalam karung diatas terpal agar terhindar dari segala jenis kotoran.

Selanjutnya tetes tebu dicampur dengan air, untuk perbandingannya 1:10 dan masukkan ke dalam botol plastik atau alat penyempot. Langkah selanjutnya adalah menyemprotkan air tetes tebu kedalam jerami sampai merata sehingga proses fermentasi akan lebih cepat. Lalu masukkan jerami ke dalam drum plastik dan diinjak-injak agar semakin padat sehingga udara tidak bisa masuk. Kemudian drum ditutup rapat dengan plastik atau terpal dan dikencangkan dengan tali atau ban agar tidak lagi terdapat rongga udara.

Tahap terakhir adalah menyimpan jerami padi yang ada dalam drum dalam waktu sekitar 3 minggu sebagai proses fermentasi. Setelah proses fermentasi selesai, maka sudah bisa dijadikan sebagai pakan dan memberikannya langsung kepada hewan ternak sebagai makanan dan suplemen. Tentu saja proses secara tradisional dan organik ini lebih sehat bagi hewan ternak daripada memberikan pil ataupun suplemen buatan pabrik. Selain itu, bisa mengurangi limbah pabrik gula dan dengan mengubah tetes tebu untuk pakan ternak merupakan bentuk inovasi bagi para peternak Indonesia, khususnya untuk penggemukan ternak.

Post Comment